Melatih Kemandirian anak sejak dini sangat penting untuk dilakukan.
Namun kita sebagai orang tua yang terkadang atas nama "kasih sayang" ingin membantu anak dalam segala aktifitasnya.
Anak makan, kita suapi.
Anak mandi, kita siram dan sabuni.
Anak memakai sepatu, kita bantu menyimpul talinya.
Anak bermain, kita yang bereskan mainannya.
Anak terjatuh (yang tidak terlalu beresiko) kita langsung panik dan menggendongnya.
Dan jenis "kasih sayang" lainnya yang tanpa kita sadari membentuk anak menjadi pribadi yang tidak mandiri.
Anak yang mandiri akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri.
Anak yang percaya diri sudah pasti pemberani.
Pernah dengar anak yang manja itu mayoritas jadi objek pembully-an?
Ini lebih berbahaya lagi.
Bullying itu menular. Sekali anak jadi korban bullying, maka besar kemungkinan dia akan menjadi pelaku bullying juga.
Kembali pada kemandirian anak.
Membantu anak dalam melakukan segala aktifitasnya itu dapat menghambat instingnya untuk mandiri.
Daripada membantunya, lebih baik kita melatih skill mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Mulai dari makan hingga memasak.
Mulai dari mandi hingga mencuci.
Mulai dari memakai sepatu kemudian merapikannya lagi.
Biarkan anak belajar melakukannya sendiri. Kita yang jadi coachnya.
Berikan latihan yang cocok dengan usianya, dan berikan penjelasan untuk tetap meminta ijin terlebih dahulu jika akan melakukan sesuatu yang perlu pengawasan orangtua (misalnya menyetrika atau menyalakan kompor).
Harap tahan keinginan kita yang kadang terburu-buru ingin membantunya.
Harap tahan juga kekesalan kita ketika sedang terburu-buru untuk pergi, lalu anak masih berusaha mengikat tali sepatu misalnya.
Amati, arahkan dan berikan pujian (yang jelas) setelahnya "Alhamdulillah, anak Ibu sudah bisa pakai sepatu sendiri".
Jika kita konsisten dalam melatihnya, anak akan terbiasa untuk mandiri.
Bahkan kadang tanpa kita sadari, keinginan mereka untuk melakukan segala sesuatu sendiri menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.
Tapi, jangan terpaku pada hasil dan menuntut kesempurnaan. Yang perlu kita hargai dalam melatih kemandirian anak adalah setiap prosesnya.
Terakhir, berikan teladan yang baik.
Bagaimana kita berharap anak kita akan tumbuh menjadi anak yang mandiri sedangkan kita sebagai orangtua masih sangat bergantung pada orang lain?
Bukankah standar kemandirian seseorang dalam melakukan aktifitasnya itu tidak bergantung pada siapapun? (kecuali pada Allah saja)
Bersyukur dipertemukan dengan rekan-rekan yang hebat di Institut Profesional, yang bersama-sama sedang berproses untuk menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga.
Akhirnya level dua "Melatih Kemandirian" ini bisa saya jalani dengan lapang...
(Aliran rasa di pekan ketiga level-2 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, "Melatih Kemandirian").