Setelah menjalani praktek Melatih Kemandirian secara intense dua pekan ini, saya melihat progress yang signifikan pada Fannan dan Phily.
Phily yang biasanya tidak mau saya tinggal sedetikpun, saat ini berangsur "legowo" melepas saya ke kamar mandi.
Dua pekan ini saya lebih fokus dalam melatih Phily merapikan mainan, makan sendiri dan merapikan buku (bisa sampe sepuluh kali sehari dia minta dibacain buku 😅).
Fannan saya fokuskan pada skill mengolah makanan sendiri.
Untuk skill ini, sejak Fannan berusia satu tahun saya sudah mulai melakukan pendekatan.
Dari memotong bahan makanan sampai memasukkannya ke penggorengan bisa Fannan lakukan.
Namun latihannya terhenti saat Phily lahir, saya keteteran dan terserang virus "malas" wehehehe.
Hari ini Fannan demam. Saya menawarkan diri untuk mengompresnya dengan air hangat lalu dia menjawab "Bu, kompresnya jangan di ketiak yaa di mata aja biar mata Fannannya seger" (yaa senyamanmu lah, Nak).
Selang beberapa jam:
Fannan: "Bu, Fannan laper. Pengen makan sosis tapi Fannan yang gorengnya yaa."
Saya: "Fannan kan lagi sakit, ga lemes?"
Fannan: "Kan kemarin Ibu bilangnya ke Fannan teh kalo mau makan harus bantu Ibu bikin makanannya".
Saya: "Iya, tapi kalo lagi sakit mah ga apa-apa Ibu yang buatin".
Fannan: "Ah Ibu mah!" (dengan nada kecewa).
Saya: "Yaudah Fannan bantu motong sosisnya aja biar Ibu sama Phily yang gorengin, gimana?"
Fannan: "Iya boleh".
Penting untuk menjaga konsistensi, tanpa meng-cut keinginan anak untuk dapat melakukan aktifitasnya sendiri meskipun saat dia sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar